Pesawat Terbang merupakan salah satu teknologi yang menerapkan teori mekanika fluida domana untuk pertama kalinya ditemukan oleh wright bersaudara pada tahun 1903. Kini, semakin berkembangnya teknologi, semakin berkembang pula teknologi untuk mengembangkan pesawat, Salah satunya pesawat tempur yang melebihi kecepatan suara, sebuah pesawat yang memiliki kemampuan supersonik seperti pesawat tempur F-16, MiG-29, MiG 25 atau Rafale.

Prinsipnya, Pesawat Terbang menggunakan prinsip aerodinamika dimana didalamnya berlaku hukum bernoulli maupun Newton. Kemampuan terbang pesawat ditentukan oleh sayap yang memberikan gaya angkat dan engine yang memberikan gaya dorong. Maka dari itu, pesawat didesain dan diharuskan memiliki bobot yang ringan sehingga gaya berat yang bekerja kecil.

Pesawat terbang dapat terangkat dikarenakan kelajuan udara yang melewati sayap pesawat itu sendiri.aliran udara pada sayap pesawat

Dari gambar dapat dijelaskan pada bagaian atas sayap, sedikit mencembung dari pada bagian bawah. Hal ini bertujuan agar aliran udara yang melewati bagian atas lebih rapat, sehingga kecepatan nantinya juga lebih tinggi daripada bagian bawah. Ini sesuai dengan perumusan bernoulli :

semakin luas luasan penampang maka tekanan yang dihasilkan semakin besar dan kecepatan berkurang, begitu juga sebaliknya. dapat disimpulkan, bagian atas dari penampang sayap memiliki luasan yang lebih besar daripada bagian bawah, hal ini menyebabkan tekanan bagian atas (P2) lebih kecil dari bagian bawah(P1). Selisih tekanan ini menghasilkan gaya angkat yang dapat dirumuskan

Dari perumusan diatas, bisa kita menarik kesimpulan, suatu pesawat dapat terangkat apabila gaya angkat lebih besar daripada gaya berat pesawat, dimana semakin tinggi kecepatan pesawat maka makin cepat pula kecepatan udara sehingga semakin besar yang menyebabkan gaya angkat juga semakin besar. Hal inilah yang menyebabkan kenapa pesawat membutuhkan udara agar dapat terangkat.

Desain Pesawat pun sangat mempengaruhi kelajuan suatu pesawat. misalnya pesawat komersial seperti pesawat garuda. pesawat ini didesain sedemikian rupa sehingga penumpang merasakan kenyamanan saat pesawat sedang terbang. baik itu dari desain hidung pesawat , sayap, sampai mesin yang menggerakkan pesawat. biasanya untuk pesawat komersial saat ini, digunakan mesin turbo jet. Hidung pesawat dirancang sedemikian rupa agar hambatan udara yang mengenai pesawat cukup besar sehingga dapat mengurangi laju pesawat. Berbeda halnya dengan pesawat tempur F -16, perancangan hidung pesawat dibuat lebih pipih yang bertujuan untuk mengurangi gaya hambatan udara sehingga kecepatan yang dihasilkan lebih tinggi ketimbang pesawat komersial. Pesawat ini bisa melebihi kecepatan suara

hal terpenting pada pesawat adalah foil, dimana berfungsi untuk mempermudah melakukan manuver. di bagian sayap terdapat aileron dan rudder di bagian sayap belakang yang mempunyai fungsi yang sama.

Berbeda halnya dengan roket. Roket yang terangkat ke atas karena aksi-reaksi antara gas yang disemburkan roket dengan roket itu sendiri. Roket menyemburkan gas ke belakang (ke bawah), sebagai reaksinya gas mendorong roket ke atas. Jadi roket tetap dapat terangkat ke atas meskipun tidak ada udara, sedang pesawat memerlukan udara untuk dapat terbang.

pada dasarnya, mesin roket  adalah mesin reaksi. prinsip dasar  mesin roket  adalah hukum newton  yang mengatakan bahwa” untuk setiap aksi yang sama pasti ada reaksi yang mana bekerja berlawanan”.  Mesin roket ini memerlukan bahan bakar padat atau cair, seperti bahan bakar cair Booster/penguat pesawat ulang-alik dan mesin utamanya yang digunakan untuk melepaskan diri dari gravitasi bumi. Reaksi kimia dimulai di ruang bakar dengan bahan bakar (dengan udara atau oksigen bila di ruang angkasa) dan gas panas yang dihasilkan mengalir dengan tekanan tinggi keluar melalui nozzle yang menuju ke arah belakang roket. Tekanan gas yang menyembur keluar inilah yang menghasilkan gaya dorong bagi roket sehingga roket dapat bergerak maju atau ke atas.

Bersambung….

\